KULTURISME VS MODERNISME

PENDAHULUAN
Merupakan Proses yang wajar ketika suatu budaya bangsa diadopsi oleh suatu bangsa lain (sudah nasibnya bangsa/daerah bekas jajahan), namun akan sangat tidak wajar jika kepudaran itu disebabkan karena kita lebih menyukai dan melestarikan budaya modern semata. Hukum DUAN LOLAT (Tanimbar).....LARWUL NGABAL (Kei).......SIWA LIMA (Ambon)......!!!! dan berbagai corak kebesaran daerah kita masing – masing dengan hukum adatnya yang mengikat dan salalu mempersatukan. Budaya local ini selalu memberikan kekuatan dan semangat. Namun terkadang kebanggaan ini hanya merupakan wacana dan motivator saja.....saya yakin sungguh kita yang hidup di era modern ini tidak mengetahui secara kental produk leluhur yang telah diwariskan diatas; kita sering merasa bangga dengan budaya kita,...namun sebenarnya kita tidaklah lebih tahu tentang arti sesungguhnya dari warisan itu. Imbas dari itu kita seakan lupa bahwa apa yang telah diwariskan harus menjaga, mempertahankan dan meneruskannya......;
LATAR BELAKANG
Maraknya arus Globalisasi yang masuk ke Indonesia, melalui cara - cara tertentu membuat dampak Positif dan dampak Negatif nya sendiri bagi Bangsa ini. Terutama dalam Bidang Kebudayaan. Karena semakin terkikisnya nilai – nilai Budaya kita oleh pengaruh budaya Asing yang masuk ke Negara kita.
Berikut ini tinjauan teoritis mengenai budaya dapat saya paparkan agar kita dapat “menerawang” lebih jauh :
Menurut Soekanto, 1990; Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan.
Bisa dibilang perubahan kebudayaan bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial. Pendapat tersebut dikembalikan pada pengertian masyarakat dan kebudayaan. Kebudayaan mencakup segenap cara berfikir dan bertingkah laku, yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran secara simbolik dan mungkin warisan karena keturunan (Davis, 1960). Apabila diambil definisi kebudayaan menurut Taylor dalam Soekanto (1990), kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat dan setiap kemampuan serta kebiasaan manusia sebagai warga masyarakat, maka perubahan kebudayaan adalah segala perubahan yang mencakup unsur-unsur tersebut. Soemardjan (1982), mengemukakan bahwa perubahan sosial dan perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhannya.
PEMBAHASAN MASALAH
Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan. Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. BUDAYA LOKAL ADALAH IDENTITAS BANGSA.
Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit demi sedikit. Hal ini sangatlah berkaitan erat dengan masuknya budaya – budaya ke dalam budaya kitan sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian. Dulunya dalam budaya kita sangatlah mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup. Akan tetapi akaibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita. Sebagai contoh lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh budaya luar. Embal makanan khas Kei; Papeda khas Ambon, “bakar batu” Tanimbar dll, kekhasan kita itu hanya merupakan makanan konsumtif orang kampung; dan mereka yang tinggal dikota cenderung meninggalkan kekhasan tersebut; Masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti KFC, steak, burger, dan lain-lain. Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higinis,modern,dan praktis. Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu keseharian dalam kehidupan kita. Bila hal ini terus terjadi, maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka. Begitupun seakan kita lupa akan kampung halaman...bahkan kerinduan akan kampung halaman merupakan hal yang tidak wajib.
Masalah yang selama ini kita hadapi adalah bagaimana mempertahankan nilai budaya daerah kita, yang merupakan kebanggaan bangsa ini; berikut ini indikator – indikator yang mempengaruhi kecintaan dan kelestarian budaya kita :
• Kurangnya kesadaran masyarakat
Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan ciri khas dari budaya tersebut.
• Minimnya komunikasi budaya
Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.
• Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman.
Bangsa ini dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya, berbeda beda namun satu edealogi; walapun beragam namun kita tetap satu.
PERTANYAAN SAYA; SOLUSI APA YANG HARUS KITA BUAT UNTUK MENGATASI HAL INI, “KONTRIBUSI ANDA CERMIN KEPEDUALIAN BUDAYA BANGSA”.

Komentar

Postingan Populer